(Di/ter)kendali?

Makin hari, makin bertambah usia
Makin hari, makin bertambah tantangan
Makin hari, makin bertambah amanah

Tak hanya bertambah,
Makin hari, makin berkurang komunikasi antar teman
Bagi yang merasakan
Namun tidak semua orang

Semakin fokus menekuni satu hal
Semakin dekat dengan jati diri
Semakin sulit melupakan kenangan

Hanya diri
Diatur oleh kendali
Dan dikendalikan oleh aturan
Semoga bisa bertahan

RIZKI DUNIA? RIZKI AKHERAT?

islamudin.com

Tenggelamnya mentari kali ini tak terlihat oleh mata insani karena ditelan gumpalan awan yang tebal menggumpal. Sudah turunkah hujan? Kata si tuli dan buta. Belum, sejauh ini masih hampir teratuh, airnya, Kata si bergas waras.

Sering kita lihat atau dengar kalimat “rizki sudah ada yang ngatur, rizki setiap makhluk sudah ditakar dan tak mungkin tertukar ” dan masih banyak kalimat-kalimat lain, yang bisa jadi bagi mereka yang salah mengartikan dan memahamkan kalimat tersebut akan berdampak malas bekerja karena yakin rizkinya sudah diatur dan ditakar.

Yang pada sebenarnya jika kalimat itu kita gali pahami lebih dalam lagi, akan menemukan pemahaman bahwa takaran rizki itu, ya sesui usaha kita.
Memang benar sudah ditakar dan taak akan tertukar sesuai porsi usaha kita maksudnya. Kita giat bekerja ya takaran rizki semakin banyak, begitu juga sebaliknya.

Dan perlu kita ketahui juga rizki itu bukan hanya berupa materi(uang) saja, sehat, hidup,melihat,berjalan dan sbgainya yang bukan berupa materi adalah rizki.

Dan menurut guru saya rizki itu ada dua; rizki duniawi dan riski ukhrowi.
Yang dimaksud rizki duniawi adalah segala bentuk rizki yang berupa materi.sedangkan rizki ukhrowi adalah rizki yang berupa selain materi tentunya, misal; kita masih melaksanakan sholat, zakat, ngajar, diajar dan sebagainya yang bukan bentuk materi.

Semua tulisan diatas ku dapat tadi setelah maghrib dari guruku yang berdasarkan salah satu ayat kitab suci yanng berarti ;
Allahlah yang menciptakanmu, kemudian menganugerahkanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
(QS 30 : 40)

Semoga kita semua dilancarkan rizkinya baik duniawi maupun ukhrowi, aamiin🤲

BERTAHAN DITENGAH FLEXING?

tempo.co

Tau atau belum teman-teman tentang istilah flexing?
Akhir-akhir ini banyak media yang memunculkan kata tersebut.
Yaa..salah satunya yaitu katapopuler.com menjelaskan Menurut kamus bahasa inggris-bahasa indonesia Arti Flexing adalah pamer. Flexing berasal dari kata Flex yang artinya lentur, melendung (membesar-besarkan).
Menurut istilahnya, arti Flexing adalah sebuah Slang (kata gaul) untuk membual atau memamerkan sesuatu. Atau untuk mendemonstrasikan (kemampuan, keahlian, dll).

Jadi intinya flexing itu adalah pamer.
Jika kita mendengar kata pamer, pasti yang tercena dalam pikiran kita adalah hal negatif.
Yang mana kita akan terpengaruh dan bahkan akan semakin memiliki hasrat mengikuti atau memiliki benda yang dipamerkan oleh pelaku.

Nah untuk mengantisipasi hal tersebut salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan BERSYUKUR…
Syukuri apa yang kita miliki saat ini adalah bentuk pencegahan terhadap flexing.

Saya tidak mengatakan mereka yang flexing itu artinya tidak bersyukur, tidak .bisa jadi itu adalah cara bersyukur mereka.

Intinya kita jangan terlalu memandang ke atas dan jangan terlalu memandang ke bawah. Walaupun sebanyak apapun harta yanng kita miliki, jika kehilangan rasa syukur maka akan jauh dari yang namanya puas, namun sekecil apapun harta yanng kita miliki, jika disertai rasa syukur maka rasa cukup akan menyertai kita.

BERUBAH TAPI TETAP SAMA

Hal yang berat tuk berubah
Namun terpaksa untuk diubah
Karena atas dasar mandat pemerintah
Organisasi yang sudah lama beroprasi
Bahkan menjadi pondasi bagi para pemuda- pemudi
Kini akan berevolusi mengikuti aturan negri

Bukannya nama organisasi yang dulu sudah bagus?
Dan bukannya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan juga sudah sangat mendidik?
Lantas jika semua akan diubah, apakah mampu tuk menegakannya?

Memang sii,.. bagi sebagian oknum memang sangat semangat jika akan memulai suatu hal. Apalagi kalo memulai suatu organisasi, pasti semangatnya berapi-api.
Yaaa… wajar siii ,..namanya juga manusia yang haus akan segala hal baru, giliran sudah tahu, mereka bosan, maunya yang baru lagi, dikasih tahu lagi, bosan lagi..
Padahal mereka sebenarnya, entah pernah dengar atau tidak, bahwa “istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah” dan asalkan anda tau yaa, apa itu karomah.!
Yang memiliki karomah itu hanya orang pilihan, tentunya pilihan Tuhan dong, masa pilihanku 🙂 iya betul mereka adalah para kekasih Tuhan, atau dalam agamaku Bliau disebut “Wali”.
Bukan nama Bend ya, hehe..
Dan jika kita renungi ya rata-rata wali hanya diberi satu karomah oleh Tuhan.
Dan bayangkan jika kita bisa istiqomah dan memiliki seribu karomah, sungguh luar biasa kan.. subbhanalloh..

Jadi sampai sini kan nulisnya, hehe
Ya memang benar sii, para oknum hanya semangat diawal-awal saja.
Hingga akhirnya terkadang hilang tujuan ditengah jalan dan entah seperti apa lanjutanya.

Yang kita butuhkan bukan suatu hal yang baru namun hanya bertahan sebentar, namun kita tetap pertahankan tradisi lama dan ambil yang baru untuk mengikuti perkembangan zaman.

Sebenarnya setuju-setuju saja kalo memang harus berubah ya tak masalah, karena memang itu mandat dari pemerentah, daripada kita di cap sebagai organisasi yang tak patuh pemerintah, lebih baik mengalah.
Berubah, tapi tetap sama intinya.

D€w@$@??

yoursay.suara.com

Apakah ini dewasa?

Apa sih menurut anda arti dewasa?
Banyak orang yang mengatakan dewasa itu waktu yang istimewa.
Banyak juga yang mengatakan dewasa itu waktunya untuk berbahagia.
Tapi banyak juga ko, yang mengatakan dewasa itu penuh dengan sengsara,
Sengsara harus mengakui keadaan dan kenyataan yang tak sesuai dengan harapan

Ya memang semua devinisi benar,..
Tinggal kita memilih ingin mengambil devinisi yang mana. Mereka yang produktif dengan masa sebelum dewasanya pasti sudah bersama devinisi dewasa istimewa.
Mereka yang dilahirkan dari para sultan, kini sudah bersama devinisi dewasa bahagia.
Sedangkan mereka yang biasa-biasa saja terpaksa bersama devinisi dewasa sengsara.

Namun, jangan kita anggap waktu dewasa ini adalah waktu tua, hingga kita tak berbuat apa-apa dan malah putus asa, jangan sampai!!!
Waktu dewasa ini adalah waktu emas bagi kita, dimana sel-sel syaraf organ tubuh, khususnya otak masih berfungsi sempurna. Jangan sia-siakan kesempatan ini.

Kita perlu bersyukur diberikan tubuh yang sempurna. Banyak diluar sana yang menginginkan kehidupan seperti kita,bisa melihat, mendengar, berbicara, makan,minum,berjalan tanpa dibsertai alat bantu itu adalah sebuah anugrah yang luar biasa dari Tuhan.

Coba bayangkan mereka yang tak punya mata,mereka sangat berharap ingin melihat wajah keluarganya,mereka yang tak punya hidung, sangat berharap bisa tuk menghirup aroma masakan ibu , mereka yang tak punya suara, hanya mampu mengungkapkan kata-katanya melalui Bisindo atau basa isyarat yang tak semua temannya mengerti.
Mereka yang tak punya kaki, rela mengesot demi mengais rezeki, mereka yang tak punya tangan,ingin sekali tuk bersalaman.

Dari fakta teman-teman kita diluar sana, apakah yakin kita ingin berputus asa karena masalah sederhana. Seharusnya malu dengan mereka yang tetap semangat dengan alur hidupnya, walaupun tak sempurna. Mulai saat ini stop bermalas-malasan, stop tidak produktif.
Maksimalkan masa dewasa kita. Jadikan setiap waktu kita adalah waktu produktif.

Temukan devinisi dewasa kita sesungguhnya!

Aku sadar!!

Rintikan air hujan terdengar syahdu
Air jatuh mengalir melewati atap rumahku
Bunyinya sedikit keras karena terbuat dari seng bekas
Kunyalakan lampu penerang karena hari semakin petang

Ku duduk diruang tamu menikmati sore hari ditemani secangkir kopi
Namun kenikmatan sesaat hancur karena mendengar suara keras dari dapur

Ku tak menengok
Ku tak melihat
Karena ku tahu
Jelas itu suara kedua orang tua
Yang tak kunjung reda
Karena permasalahan keluarga

Lagi lagi masalah ekonomi
Yang menjadi perdebatan setiap hari

Yaa,..
Memang wajar hal semacam itu
Bagi rata-rata keluarga
Tapi, bagiku justru menambah rumitnya pikiran
Merusak suasana perasaan

Aku sadar…
Aku tahu…
Kalo aku belum mampu membantu
Aku juga sadar kalo sebagian beban ekonomi bersumber dariku

Tapi ,kumohon
Aku butuh ketenangan
Aku butuh ruang tuk menikmati proses hidup
Dan kuyakin suatu saat ku kan merubah
Merubah kehidupan keluarga
Agar lebih sejahtera…

#teriring do’a orang tua

Uniknya cara Tuhan Mengabulkan

Sabar
Bukan kata asing lagi
Apalagi bagi umat islami
Sabar bukan pasrah yang diarti

Sudahkah berusaha?
Sudahkah kau berdo’a?
Tak akan ada hal luar biasa yang tak tercipta dari keduanya

Tuhan akan menjawab do’a hambanya dengan 3 jawaban:
Pertama “ya aku beri sekarang”
Kedua “tunggu aku ingin lihat lagi usahamu”
Ketiga “tidak, aku punya yang lebih baik untukmu”

Jadi, mungkin bagi tuhan tuk langsung memberi,
Mungkin juga menguji hambanya tuk mencoba lagi,
Bukan hal yang tidak mungkin juga bagi Tuhan menolak permintaan hambanya, tuk diganti yang lebih baik

Tak akan sempurna usaha tanpa do’a
Tak akan sempurna pula do’a tanpa usaha

Lelah yang terarah
Kringat yang melekat
Akan menjadi saksi
Akan menjadi buah mewah
Yang tak ternilai oleh rupiah

Bersosial di 4.0?

pendidikankedokteran.net

Pentingnya sebuah komunitas
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak lepas dari yang namanya komuniksi,
Baik itu ofline maupun online. Karena semakin canggihnya teknologi yang tercipta dengan seiring berjalannya waktu, seharusnya semakin mudah kita berkomunikasi, karena jarak bukan merupakan penghambat lagi, apalagi dengan hadirnya segala bentuk alat komunikasi, hanya dengan benda kotak kecil kita mampu saling berkomunikasi antar negri bahkan aktifitas yang sedang dilakukan keduannya mampu diketahui.

Ya..memang bagi mereka yang mampu beradaptasi akan jauh efektif semua manfaat alat-alat canggih itu, namun bagi mereka yang hanya menjadi korban, akan mengancam kehidupan sosialnya karena mereka bukannya semakin berkomunikasi dengan lingkungannya tapi malah mereka lebih mementingkan kegiatan pribadi.
Yang seharusnya yang dekat lebih mendekat , dan yang jauh lebih merapat
Tapi malah sebaliknya.

Di era 4.0 ini banyak hal yang dulunya tak mungkin menjadi mungkin,
Banyak hal yang dulunya hanya ilusi, kini menjadi mediasi.

Dan tak heran semakin banyak anak-anak muda yang kehilangan jiwa sosialnya.

Mulai saat ini
Mencari teman se frekuensi banyak menjadi solusi tuk mulai berevolusi, merubah kondisi saat ini. mulai berkreasi, berinovasi dan beraksi tuk buktikan pada negri ini.

Wujudkan impian yang masih sekedar angan-angan!
Mulai targetkan apa yang menjadi tujuan!

Tetaplah bersosial, karena sejatinya kita adalah makhluk sosial yang butuh akan segala hal dari para tetangga.

lemah

merdeka.com

Hujan rintik sore tadi
Kutrabas kendaraan dengan hati-hati
Hantaman butiran air bertubi-tubi
Membasahai tubuh ini

Kuhembuskan nafas
diperempatan jalan
Saat lampu hijau belum berujung menyala
Tetesan air hujan semakin deras

Lanjut kulaju kendaraan
Dengan kecepatan standar
Biarpun banyak kendaraan menyalib ke depan
Kutanamkan prinsip utamakan keselamatan

Sudah terlihat teras rumah dengan dua daun pintunya
Yang tak mewah namun hilangkan resah
Yang tak indah namun hilangkan gundah
Yaa, itulah kammpung halam rumah

Rintikan air masih mengiringi pulang
Mengharuskanku meneduhkan kendaraan yang terlintang
Udara dingin disertai angin membuat badan seperti masuk angin

Suhu tubuhku mendadak naik
Seakan seperti termos listrik
Tubuh melemah
Seakan seperti kehilangan darah

“Diingiin!”
Ucapku dalam hati
Dengan tubuh terbaring diatas matras
Kututup tubuhku dengan selimut hangat
Seraya bermunajat meminta nikmat sehat.

Harapan Perantau Ilmu

Sepoi angin malam terlintas diruang kamarku
Kurapatkan slimut ditubuhku
Sambil sesekali membuka pejaman mataku
Terlihat dunia masih gelap
Namun jarum pendek jam tanganku menujuk ke angka tuju
Bertanda sudah bukan malam hari lagi

Suara bel berbunyi keras disetiap sudut depan kamar
Tidak lain dengan tujuan membangunkan para perantau ilmu
Jasad mulia mereka terbangun
Berbondong-bondong ke sumber air suci
Tuk sucikan tubuh yang hedak bertemu sang Kholiq

Tidak seperti mereka umumnya
Diriku terbangun lebih dulu tuk menikmati fajar khatib
Dibelakang kamar lantai dua
Ku berdiri menatap cakrawala
Kuhirup udara segar-Nya
Kurenungkan sang penciptanya
Kukejamkan mata sambil berharap
Semoga kelak kumampu membahagiakan kedua orang tua

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai